Dua Rival asal EPL Siap Bersaing untuk Dapatkan Lorenzo Lucca

M88 Lorenzo Lucca

Musim kompetisi belum resmi berakhir. Bursa transfer kedua belum secara resmi dibuka. Tapi tim rekrutmen sudah diutus oleh begitu banyak tim untuk mulai mencari nama yang sosok untuk mendapat upaya penjajakan dari mereka. Tak jarang dua atau lebih klub terlibat dalam persaingan karena sama-sama memperebutkan satu sosok pemain. Persaingan ini kini diprediksi akan terjadi antara Liverpool dan Arsenal. Dua klub yang dikenal sebagai rival berat satu sama lain ini disebut akan bersaing sengit demi mendapatkan seorang striker asal Seri A Italia, Lorenzo Lucca.

Lorenzo Lucca Pertemukan Liverpool dan Arsenal

Liverpool dan Arsenal diprediksi akan telribat dalam sebuah persaingan yang sengit. Kedua klub yang berada di puncak klasemen Liga Primer Inggris musim ini akan saling bersaing dalam rekrutmen pemain. Minat yang sama dari keduanay untuk pemain depan asal Udinese, Lorenzo Lucca, membuat persaingan ini tak bisa terhindarkan.

Pertemuan kedua klub besar ini pada satu pemain yang sama cukup menarik perhatian. Satu pemain yang sama dianggap keduanya sebagai jawaban yang mereka perlukan untuk membangun kembali diri masing-masing. Hasil yang kurang optimal di musim ini membuat keduanya beranggapan kalau sosok striker baru yang handal adalah solusi yang mereka butuhkan jelang musim yang baru.

Dari sisi Arsenal, Mikel Arteta sedang membutuhkan seorang pemain yang baru untuk mengenakan nomor punggung 9 mereka. Opsi mereka untuk bagian depan memang saat ini begitu terbatas. Cedera yang dialami oleh Gabriel Jesus dan Kai Havertz membuat permainan mereka sering kali tumpul. Kehadiran seorang pemain depan baru diharapkan bisa setidaknya mengurangi dampak yang tidak diinginkan ini.

Reformasi Liverpool

Situasi yang kurang lebih sama juga sedang dihadapi oleh rival mereka. Liverpool sedang mencari seorang pemain depan yang baru. Tapi mereka tidak terlalu mengincar seorang pemain yang masih terikat kontrak. Sebaliknya, sumber kami menyebut kalau Arne Slot akan lebih memprioritaskan pemain yang akan segera meninggalkan klub mereka saat ini.

Situasi yang dihadapi Liverpool sebenarnya bisa dikatakna cukup serius. Ada beberapa pemain mereka yang disebut-sebut akan segera hengkang di musim panas nanti. Tak main-main, beberapa di antaranya bahkan berkontribusi cukup besar dalam jumlah gol mereka di musim ini. Tiga pemain yang disebut-sebut akan berpeluang besar pindah di musim ini adalah Diogo Jota, Luis Diaz, dan Darwin Nunez. Sementara 3 pemain lain: Mohamed Salah, Virgil van Dijk, dan Trent Alexander-Arnold akan segera menyelesaikan kontrak masing-masing di penghujung bulan Juni tahun ini.

Dua Rival Berat Targetkan Lorenzo Lucca

Kemunculan nama Liverpool dan Arsenal yang notabene rival berat dalam persaingan untuk mendapatkan Lorenzo Lucca langsung menarik perhatian. Apalagi pemain yang mereka incar kali ini tidak berasal dari Inggris, melainkan Udinese, sebuah klub yang berasal dari negeri kelahiran pizza.

Pihak Udinese, menurut penuturan dari M88 Msports, kabarnya telah mengetahui rumor ini. Bak gayung bersambut, mereka membuka diri untuk berpisah dengan pemain depannya ini. Tapi situasi ini baru akan terjadi jika mereka mendapatkan setidaknya 30 juta Euro dari tim yang berminat. Angka ini masih belum termasuk bonus yang harus dipenuhi jika penawaran yang masuk ingin mereka pertimbangkan serius.

Arsenal dan Liverpol diyakini tidak akan terlalu terpengaruh oleh permintaan ini. Dengan daya finansial yang keduanya miliki, mereka akan dengan mudah memenuhi permintaan ini. Walau belum bisa dipastikan apakah keduanya akan langsung menuruti begitu saja permintaan yang disampaikan Udinese.

Selain itu, baik Arne Slot dan Mikel Arteta juga harus mengantisipasi adanya persaingan dari tim lain. Beberapa waktu terakhir ini, kami mendengar kabar kalau ada beberapa tim lain yang berpeluang meramaikan persaingan ini. Nottingham Forest dikabarkan juga sedang berusaha mendapatkan tanda tangannya. Persaingan juga diprediksi akan semakin ramai setelah Atletico Madrid, klub asal Spanyol, juga sepertinya berminat bergabung.

Sekali lagi, munculnya minat dari klub-klub besar ini menarik perhatian yang cukup luas. Siapa sebenarnya Lorenzo Lucca, pemain asal Udinese yang sampai membuat Liverpool dan Arsenal harus bertarung siku demi mendapatkannya?

Di usianya yang 24 tahun, pemain ini sudah mengumpulkan pengalaman yang cukup beragam. Sebelum bergabung dengan timnya sekarang, dia pernah menimba pengalaman dari Vicenza, Torino, Pisa, dan Palerma. Dia juga tercatat pernah menjalani tugas pinjaman di klub asal Belanda, Ajax Amsterdam.

Lorenzo Lucca kemudian bergabung dengan Udienese awalnya sebagai pemain pinjaman. Langkah perdana ini diambilnya pada tahun 2023 yang lalu. Sebanyak 37 pertandingan di Seri A ia lakoni dan 8 gol dicetaknya dalam 1 musim. Cukup yakin dengan kemampuan yang dimiliki pemainnya ini, Udinese akhirnya mendatangkannya secara permanen pada musim panas yang lalu.

Kepercayaan ini terbukti tepat. Pemain depan ini berhasil mencetak 10 gol dalam hanya 28 pertandingan di musim berjalan. Secara statistik, angka ini berarti dia berhasil mencetak 1 gol di setiap 3 pertandingan. Angka ini membuatnya mendapat lirikan serius dari berbagai klub. Tapi namanya tak lepas dari kontroversi. Dia sempat menajdi tajuk pemberitaan ketika terlibat konflik dengan beberapa rekan setimnya di bulan lalu. Insiden ini terjadi ketika mereka menang dari pertandingan melawan Lecce.

Lorenzo Lucca mengambil alih peran sebagai eksekutor penalti dari Florian Thauvin. Walau dia berhasil mencetak gol di babak pertama, dia dengan cepat dipanggil keluar oleh pelatih kepala mereka, Kosta Runjaic.

Namun, insiden ini tak berdampak serius bagi kehadirannya di klub ini. Sebaliknya, dia justru mendapatkan kesempatan bertanding di 3 pertandingan lainnya. Ketiganya diberikan langsung setelah insiden yang terkait.

Di kancah internasional, pemain yang sama juga berhasil menimba pengalaman di tingkat internasional. Bersama timnas Italia, dia berhasil menahan imbang Jerman dalam laga perempat final Liga Bangsa-bangsa UEFA. Namun perannya dalam pertandingan ini memang masih terbilang terbatas. Pelatih mereka hanya menyertakannya dalam kapasitas sebagai pemain pengganti di kedua leg pertandingan ini. Sayangnya, jika dihitung secara agregat, timnas Italia harus mengakui kekalahan mereka dengan skor agregat 4-5.